Kamis, 12 Mei 2011
About Nothing
"nothing" kata-kata yang sering kali kita dengar dalam pembicaraan setiap hari. Nothing atau tidak apa-apa sebenarnya bukan berarti benar-benar tidak apa-apa, melainkan ada sedikit maksud di balik kata "nothing" tersebut. Misalnya, saat sedang diam dan ketika ditanya ," woi!! kenapa diem?", kita jawab, "ga kenapa-kenapa.". Terkadang di saat diam itulah pikiran kita sebenarnya sedang melayang-layang memikirkan sesuatu yang mungkin kadang terlihat aneh tentang pikiran itu sendiri. Selain itu, saat wanita patah hati. Nah, yang biasanya sering dengar curhatan cewe patah hati tahu tuh biasanya bahwa saat cewe itu bilang "ga apa-apa", sebenarnya bukan benar-benar berarti "ga apa-apa" tapi ada maksud dibalik "ga apa-apa"nya tersebut. Sama saja konsepnya untuk sebuah ide, orang , dan lain-lain. Terkadang sebuah ide terbaik muncul saat pikiran kita melayang dan yang awalnya kita anggap aneh dan kita anggap nothing lalu kita membiarkannya lewat begitu saja padahal mungkin saja ide yang kita anggap nothing itu mengandung maksud yaitu sebuah ide yang brilliant. Begitu juga dengan orang. Banyak orang yang sering menganggap dirinya hanyalah sebuah nothing ataupun dianggap orang lain sebagai nothing tapi justru mereka sebenarnya bukanlah sekedar nothing. Mereka nothing kalau mereka memang memilih untuk itu. Seperti pada sebuah film yang saya tonton tentang sebuah club rugby, yang bercerita tentang seorang pelatih yang dipekerjakan untuk sebuah club rugby yang dulu club tersebut selalu menang dalam dalam setiap pertandingan, namun terjadi kekalahan yang membuat seluruh anggota tim menjadi pesimis. Dan si pelatih ini harus membangkitkan semangat mereka dan menang, kemudian pelatih tersebut memiliki ide untuk mengambil salah satu anak dari club tersebut yang paling payah dan dianggap nothing oleh anggota yang lain, anak tersebut disuruh menutup matanya dan merangkak sambil menggendong pemain lain. Pelatih tersebut menyuruhnya untuk menutup mata dan ternyata anak tersebut merangkak dari ujung lapangan yang satu ke ujung satunya dan membuktikan bahwa anak yang terlemah pun bisa. Anak tersebut awalnya nothing, tapi apakah dia benar-benar nothing? Belum tentu. Sesuatu yang awalnya nothing belum tentu menjadi nothing untuk selamanya. Ketika kita memilih untuk membiarkan nothing tersebut menjadi diri kita maka hasilnya akan nothing. Nothing bukan berarti negatif kok. Mungkin terkadang kita berpikir bahwa kita adalah nothing karena orang-orang sekitar kita mengatakan demikian. Tapi ingat, apa yang sebenarnya mereka lihat dari kita. Seperti kebanyakan pelajar, mereka merendahkan teman mereka sendiri hanya karena nilai pelajarannya jelek dan berpenampilan aneh. Itulah ukuran yang mereka lihat dalam diri kita tapi apakah nilai dan penampilan bisa menjadi tolok ukur untuk diri kita sendiri? Jawabnya itu, definitely not!!! Kita itu sama-sama manusia yang makan nasi dan kita masing-masing diciptakan unik. Jika mereka melihat kita nothing itu bukan berarti benar-benar nothing kok tapi mereka hanya tidak bisa melihat keunikan yang kita miliki. Oleh karena itu, show that you are something with wise, right, and useful ways.
0 komentar:
Posting Komentar